Seminar Montessori di UIN Sunan Kalijaga Disambut Antusias Mahasiswa PIAUD
Seminar Montessori di UIN Sunan Kalijaga Disambut Antusias Mahasiswa PIAUD
Yogyakarta,– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini(PIAUD) Universitas Islam NegeriSunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Introduction to Montessori Philosophy and Principles" pada Selasa, 10 September 2024. Acara yang berlangsung di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa.
Seminar ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama dengan Montessori Haus Jakarta, yang diinisiasi untuk meningkatkan kompetensi calon guru Pendidikan Anak Usia Dini. Ketua Program Studi PIAUD, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan filosofi dan prinsip-prinsip Montessori kepada mahasiswa dan dosen. "Kami berharap melalui seminar ini, mahasiswa dapat mempersiapkan diri menjadi guru PAUD yang kompeten dengan memahami metode Montessori sejak dini," ujar Sigit.
Sekretaris Program Studi PIAUD, Dr. Rohinah, M.A., menyatakan bahwa acara ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta. “Banyak peserta yang merasa puas dengan materi yang disampaikan, terutama saat narasumber memberikan kuis berhadiah buku-buku Montessori. Hal ini menambah semangat dan antusiasme mahasiswa,” jelas Rohinah.
Sebagai narasumber utama, Ms. Rosalynn Tamara dari Montessori Haus Jakarta, yang juga merupakan pendiri Montessori Haus Asia, membawakan materi yang mendalam tentang prinsip-prinsip pendidikan Montessori. Ia menekankan bahwa pendidikan Montessori berfokus pada rasa hormat terhadap anak, memberikan mereka kebebasan untuk bergerak dan memilih, serta menghargai proses belajar yang individual.
Dalam seminar yang dipandu Bahtiar Arbi, M.Pd., Dosen Program Studi PIAUD, Ms. Rosa menjelaskan beberapa konsep kunci yang menjadi dasar pendekatan Montessori, salah satunya adalah "pikiran penyerap," yang menekankan bahwa enam tahun pertama kehidupan seorang anak adalah masa paling krusial untuk perkembangan intelektual, sosial, dan emosionalnya. Menurut Montessori, anak-anak pada usia ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap informasi dari lingkungan mereka secara alami dan spontan, mirip dengan spons yang menyerap air. Selain itu, Ms. Rosa juga menguraikan konsep "periode sensitif," yang menggambarkan tahap-tahap di mana anak memiliki potensi maksimal untuk belajar keterampilan dan konsep tertentu, seperti bahasa dan kemampuan motorik.
Dalam sesi tanya jawab, antusiasme peserta semakin terlihat. Banyak mahasiswa yang aktif memberikan pertanyaan kepada narasumber, membahas berbagai topik, termasuk bagaimana metode Montessori dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan di Indonesia. Salah satu mahasiswa bertanya tentang cara meningkatkan kemandirian anak dalam lingkungan yang terbatas seperti di kota besar. Ms. Rosa menjawab dengan menekankan pentingnya "lingkungan yang disiapkan," yaitu ruang kelas atau rumah yang tertata dengan baik, di mana anak dapat belajar dengan kebebasan namun tetap dalam batasan yang terarah.
Ms. Rosa juga menekankan bahwa metode Montessori tidak hanya tentang pendidikan akademik tetapi juga mencakup perkembangan anak secara keseluruhan, baik secara sosial maupun emosional. Setiap anak didorong untuk menjadi mandiri, memiliki motivasi intrinsik, dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. “Belajar adalah hadiahnya sendiri dalam pendidikan Montessori,” ujar Ms. Rosa, menekankan bahwa motivasi intrinsik adalah kunci dalam pendekatan ini.
Seminar ini tidak hanya memberikan pemahaman baru kepada para peserta mengenai metode Montessori tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan berinteraksi langsung dengan pakar Montessori. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi peningkatan kualitas pendidikan PAUD di Indonesia, khususnya dalam penerapan metode Montessori yang berfokus pada perkembangan holistik anak.