Mahasiswa Baru PIAUD Ikuti Studium Generale Membangun Integritas dan Inovasi di Era AI

Pada hari Rabu, 11 September 2024, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga menggelar kegiatanStudium Generaleuntuk menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan dan teknologi modern, yaituArtificial Intelligence dan Integritas Berkarya. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan FITK dan menghadirkan narasumber utama,Dr. Das Salirawati, M.Si., seorang dosen dan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam pengantarnya,Dr. Das Salirawatimenjelaskan mengenai peran besar teknologi, khususnyaArtificial Intelligence (AI)dalam revolusi dunia pendidikan dan pekerjaan. Di era globalisasi ini, AI telah menjadi tulang punggung dalam berbagai sektor industri, termasuk pendidikan. Dr. Das menyebutkan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi konsep masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh mahasiswa saat ini. AI mampu meniru pola pikir manusia, membantu menyelesaikan masalah, dan melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Namun, Dr. Das mengingatkan mahasiswa untuk tidak terjebak dalam sikap pasif terhadap kemajuan teknologi. "Kita jangan hanya menjadi user teknologi, tetapi harus mampu menjadi kreator, atau setidaknya menggunakannya dengan bijak," tegas beliau. Generasi milenial dan generasi Z, menurutnya, harus menyiapkan diri dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta kemampuan komunikasi yang baik agar mampu berkompetisi di dunia kerja yang semakin mengandalkan teknologi. Keempat keterampilan ini—creativity and innovation, critical thinking skills, collaboration skills, dan communication skills—menjadi kunci bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Creativityatau kreativitas, menurut Dr. Das, adalah cara berpikir yang mampu mengajak individu keluar dari pola pikir yang terbatas dan terpaku pada kebiasaan lama. Sementara itu,innovationadalah bagaimana seseorang mampu menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas dan inovasi ini menjadi dasar dalam menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Dengan berpikir kreatif dan inovatif, mahasiswa tidak hanya bisa melihat sesuatu secara lebih luas, tetapi juga mampu menyelesaikan masalah secara efektif dan objektif.

Lebih lanjut, beliau menguraikan konsepcritical thinking skillsyang membantu mahasiswa mencerna informasi dengan lebih cermat dan objektif. Kemampuan berpikir kritis akan mendorong mahasiswa untuk tidak cepat puas dengan jawaban atau solusi yang sudah ada, melainkan terus menggali lebih dalam dan mencari solusi yang lebih baik. Keterampilan ini sangat penting di era informasi saat ini, di mana begitu banyak informasi yang tersebar di berbagai media, dan tidak semuanya dapat dipercaya. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring dan memanfaatkan informasi yang ada.

Dr. Das juga menekankan pentingnyacollaboration skills, yang menjadi salah satu tuntutan di era globalisasi. Kolaborasi bukan hanya kemampuan bekerja sama dalam tim, tetapi juga kemampuan untuk menghargai ide orang lain, berkomunikasi dengan baik, dan bersama-sama mencapai tujuan yang sama. Kolaborasi, terutama di lingkungan kerja yang semakin mengglobal, membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan budaya, pemikiran, dan latar belakang.

Tidak kalah penting,communication skillsatau keterampilan komunikasi, menurut Dr. Das, menjadi salah satu modal utama dalam mencapai kesuksesan. Kemampuan berkomunikasi dengan baik tidak hanya dibutuhkan dalam dunia akademik, tetapi juga dalam dunia kerja. Komunikasi yang efektif akan membantu mahasiswa menyampaikan ide-ide mereka dengan lebih jelas dan memengaruhi orang lain untuk memahami perspektif yang mereka tawarkan.

Di bagian lain pemaparannya, Dr. Das menyoroti pentingnya perubahan pola pikir darifixed mindsetkegrowth mindset. Beliau menjelaskan bahwafixed mindsetatau pola pikir yang statis hanya akan membuat seseorang stagnan dan takut untuk menerima tantangan baru. Sebaliknya,growth mindsetatau pola pikir yang berkembang akan mendorong seseorang untuk terus belajar, tumbuh, dan menerima tantangan sebagai peluang untuk berkembang. "Masa depan kalian tergantung pada mindset kalian saat ini. Jika kalian masih berpikir bahwa gagal itu akhir dari segalanya, kalian tidak akan bisa berkembang," ungkap beliau.

Dalam kaitannya denganArtificial Intelligence, Dr. Das mengingatkan bahwa teknologi ini harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Beliau menjelaskan bahwa meskipun AI dapat membantu menyelesaikan banyak tugas, mahasiswa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut. "Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti," tegasnya. Beliau mencontohkan banyaknya mahasiswa yang menggunakan AI untuk keperluan akademik seperti pembuatan skripsi, tetapi justru kehilangan kemampuan analitis mereka sendiri. Padahal, pendidikan yang berkualitas haruslah membentuk mahasiswa yang kritis, mandiri, dan berintegritas.

Sebagai penutup, Dr. Das mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan olehIPKatau nilai akademik yang tinggi, melainkan juga olehattitude,karakter, danintegritas. "Pintar saja tidak cukup di dunia ini. Kalian harus memiliki karakter yang kuat dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak," tegas beliau. Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk pandai dalammanajemen waktu, karena waktu adalah sumber daya yang paling berharga. "Allah memberikan kita 24 jam setiap hari, bagaimana kita menggunakan waktu tersebut akan menentukan masa depan kita," pungkasnya.

Acara Studium Generale ini mendapat respon positif dari para mahasiswa baru yang hadir. Dalam sesi tanya jawab, banyak mahasiswa yang mengajukan pertanyaan terkait bagaimana cara mengintegrasikan AI dalam kehidupan akademik tanpa kehilangan integritas sebagai mahasiswa. Dr. Das dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, memberikan saran praktis, serta menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru FITK UIN Sunan Kalijaga semakin siap menghadapi tantangan dunia akademik dan profesional yang terus berubah. Mereka tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan nilai-nilaiintegritasdantanggung jawabdalam berkarya. FITK UIN Sunan Kalijaga berkomitmen untuk terus mendidik mahasiswa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat luas. (Risali Salama, Mahasiswa Baru PIAUD 2024)