Songsong SDGs 2030, PIAUD UIN Sunan Kaliajaga Selenggarkan Webinar Internasional

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kali ke dua menggelar kembali webinar internasional. Kegiatan ini merupakan rangkaian Gebyar Ilmiah Akhir Tahun (GIAT) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2020. GIAT adalah kegiatan rutin setiap tahun Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, seperti: webinar nasional dan webinar internasional.

Webinar internasional yang diselenggarakan 26 November 2020 kali ini mengusung tema: The 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) (Steps Toward Peace and Violence Prevention Across Generations: The Potential for Early Childhood Development and Teacher Education Curricula). SDGs merupakan suatu rencana pembangunan berkelanjutan secara global yang diharapkan akan dicapai pada 2030. Pendidikan yang bermutu dan perdamaian masyarakat merupakan bagian tujuan dari SDGs 2030.

“Majunya suatu bangsa dapat dimulai dari pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, ketika kita menanam benih harus diperhatikan dengan baik agar nantinya menghasilkan panenan yang baik pula” (tutur Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan).

Pemateri kegiatan ini terdiri atas: Dr. Mahfudzhoh binti Rasyid (Asisten Direktur Departemen Pendidikan Prasekolah, Kementerian Pendidikan Kesultanan Oman), Dr. Cand. Laila Al-Fitori, M.A.(Departemen Tindak Lanjut dan Evaluasi Kinerja, Kementerian Pendidikan Libya), Dr. Sofia Hartati, M.Si. (Department of ECE Teacher Education, Universitas Negeri Jakarta), Dr. Parwoto, M.Pd. (Department of ECE Teacher Education Universitas Negeri Makassar), dan Dr. Siti Khadijah, M.A. (Dept. of Islamic Early Childhood Edcation, Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta).

Webinar Internasional ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama narasumber pertama disampaikan oleh Dr. Mahfudzhoh binti Rasyid tentang pengembangan perdamaian anak usia dini. Beliau menjelaskan bahwa sejak anak usia dini anak-anak harus sudah diajarkan pendidikan perdamaian. Jika kita ingin mencapai kedamaian sejati di dunia, maka kita harus memulai dari masa anak-anak. Masa inilah anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan dan masa untuk membantu anak menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak menderita konflik. Narasumber kedua, disampaikan Dr. Cand. Laila Al-Fitori, M.A. tentang kekerasan anak dari perspektif psikologis dan sosial. Beliau menjelaskan bahwa salah satu penyebab kekerasan terhadap anak karena terjadinya problem pernikahan. Oleh karena itu, penting kita untuk melindungi anak-anak kita dari kekerasan dengan cara menerapkan pendidikan anti kekerasan. Agar hasil pelaksanaan pembangunan berhasil diperlukan kemitraan dengan diperkuat mobilisasi sumber daya yang substansional berupa melindungi anak dari kekerasan.

Pada sesi kedua, narasumber pertama Dr. Sofia Hartati, M.Si. Beliau menjelaskan tentang menggali potensi kurikulum anti kekerasan. Beliau memaparkan bahwa kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan adalah sistem dan kebijakan yang buruk, isi kurikulum yang mengedepankan kognitif mengabaikan afektif, pengaruh lingkungan, komunitas dan media massa. Kedua, Dr. Parwoto, M.Pd.menjelaskan tentang Peran LPTK dalam pengembangan Kurikulum PAUD berbasis budaya damai. dalam sesi ini beliau memaparkan inti sari dari paparan beliau yang memuat point-point berikut :Peran LPTK (Prodi PGPAUD) dalam menyiapkan dan menghasilkan calon guru yang memenuhi harapan dan cita-cita bangsa Indonesia -- memasukkan MK,pengelolaan sistem pendidikan di lembaga PAUD/PIAUD (formal, non formal dan informal) berbasis karakter anak Indonesia Berbudaya Damai.,mengelola lembaga satuan PUD/PIAUD yang menghasilkanluaran anak Indonesia yang Berbudaya Damai, ANALISIS SWOT dengan memperhatikan tuntutan dan kebutuhan pengguna (sebagai guru, pengelola/manager, tenaga kependidikan, tenaga kewirausahaan, berbagai kebijakan pemerintah (satu desa satu PAUD), keberadaan anak (geografis, multi kultur, multi agama, multi bahasa, holistik terintegratif),VISI DAN MISI Ps PIAUD LPTK yang mengimplementasikan Pendidikan Multi Kultur Berbasis Budaya Damai yang efektif sebagai muatan inti dan disaikan dengan perkembangan IPTEK,Implementasi dalam kegiatan pembelajaran tematik terpadu dan adanya gerakan pendidikan inklusi (diversity curriculum)

Ketiga, Dr. Siti Khadijah, M.A.menjelaskan tentang kurikulum PIAUD/ PG PAUD menuju perdamaian dan pencegahan kekerasan antar generasi menuju SGDs 2030. lembaga mampu melahirkan kurikulum PIAUD yang ramah anak dan anti kekerasan. termasuk menjalin Kerjasama dengan orang tua dalam menangani kekerasan yang terjadi. terkadang orang tua bisa menjadi pelaku kekerasan rterhadap anaknya sendiri maka perlu adanya pemberian pemahaman kepada orang tua akan larangan kekerasan terhadap anak sehingga kurikulum ini dapat berjalan selaras antara pelaksannan di rumah dan di lembaga pendidikan bagi anak. hal ini sudah dijalankan oleh beberapa lembaga PIAUD perguruan tinggi khususnya UIN Jakarta dengan menawarkan beberapa program untuk menyongsong generasi menuju SGDs 2030.

Paparan materi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa negara dalam hal ini lembaga pendidikan harus dapat mendukung adanya peran lembaga pendidikan dalam mewujudkan kurikulum ramahanak/kurikulum anti kekerasan terhadap anak. dengan kurikulum ini diharapkan mampu mewujudkan generasi menuju SGDs 2030 yang ideal demi kemajuan negara Indonesia.