Akademi Kisah Mahasiswa PIAUD IAIN Bengkulu

Mengenal isi Al-Qur’an sama halnya dengan mempelajari isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Beragam cerita bersejarah yang teerdapat pada Al-Qur’an merupakan salah satu edukasi yang dapat diambil sebagai pelajaran dan pedoman dalam mendidik anak usia dini. Tidak hanya perintah dan larangan saja yang terdapat pada isi kandungan kitab suci Al-Qur’an, melainkan banyak kisah-kisah bersejarah yang terjadi pada zaman kenabian.

Sebagai calon pendidik, hal ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa maupun tenaga kerja yang akan menggeluti dunia pendidikan agar senantiasa menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan. Hal tersebut dikarenakan, peserta didik merupakan aset terpenting yang sangat berpengaruh pada kehidupan bangsa kedepannya. Khususnya anak usia dini, banyak sekali pembelajaran yang harus ditanamkan pendidik guna menjadikan anak bangsa yang cemerlang, agar tidak menjadikannya seorang anak bangsa yang tidak seperti diharapkan bangsa di era globalisasi ini. Dengan demikian, calon-calon pendidiklah yang didesak untuk banyak menginovasi pembelajaran agar tidak selalu monoton menggunakan pembelajaran klasikal dikelas.

Banyak pelatihan-pelatihan yang dapat diikuti guna mengembangkan diri sebagai calon pendidik. Salah satunya adalah pelatihan yang dilakukan para mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak usia Dini UIN Sunan Kalijaga dengan mengikutsertakan sebanyak 38 orang mahasiswa IAIN Bengkulu pada pelatihan berkisah. Sebut saja kegiatan Akademi Berkisah yang dilaksanakan selama 3 hari 3 malam pada tanggal 3-6 September 2018 yang bertempat pada Hotel Taman Eden 2 Kaliurang.

Dari pelatihan tersebut mahasiswa mendapatkan banyak pemahaman seperti konsep kisah dan berkisah, menemukan dan mengenali kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist, dapat menguasai teknik-teknik bercerita, dapat terampil bercerita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode workshop. Yakni narasumber yang ahli dalam berkisah memberikan banyak materi, penguatan, dan koreksi kepada peserta. Sedangkan peserta belajar mandiri, latihan, dan praktik intensif yang dipandu oleh beberapa mentor yang ada.

Dengan nuansa dingin yang didapatkan peserta, tidak satupun peserta yang enggan untuk tidak bersemangat dalam mengikuti serangkaian acara pada kegiatan ini. Pada akhir pelatihan berkisah ini, peserta mempraktikan langsung dengan mengungkapkan cerita yang dibuatnya secara individual di hadapan kamera sebagai pencapaian kegiatan pelatihan ini. Dengan ini, peserta diharapkan untuk selalu bersemangat dalam menginovasi pembelajaran sebagai calon pendidik anak usia dini.[Riris]