Siapkan Calon Guru PIAUD yang Memesona dan Berwibawa, Prodi PIAUD selenggarakan kuliah umum

Rabu 29 September 2021, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan kuliah umum pada semester genap tahun akademik 2021/2022 dengan tema yang diusung dalam kegiatan kuliah umum sesi satu yakni “Bagaimana Tampil Menjadi Guru yang Memesona dan Berwibawa” tujuan dari kuliah umum ini adalah membekali mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini agar menjadi calon pendidik yang profesional, memesona dan berwibawa. Selain diikuti oleh mahasiswa, kuliah umum juga diikuti oleh dosen – dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Dalam sambutannya Dr. Sigit Purnama, M.Pd. selaku Kepala Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini menyampaikan bahwasanya tema ini menjadi topik penting karena ini menjadi aspek yang harus dikuasai, dan Dr. Sigit Purnama ingin memberikan bekal tersebut kepada mahasiswa yang profil lulusannya nantinya akan menjadi guru. Kuliah umum sesi satu diisi oleh dua pemateri hebat dalam bidangnya yakni Dr. Sudarman, M.Pd. selaku dosen UIN Sunan Kalijaga dan Chusnulita I.P, S.Pd. selakuteacher Palm Kids Schooldan CEO Intan Learn Park Jogja. Acara kuliah umum dibawakan oleh Fahrunnisa, M.Psi. dan acara dimulai pukul 07.30 – 12.00 WIB via zoom.

Untuk menjadi guru yang memesona dan berwibawa di hadapan siswa, Dr. Sudarman M.Pd. menyampaikan sepuluh indikator yang harus dipahami oleh mahasiswa sebagai calon guru. Adapun indikator yang harus dipahami untuk menjadi guru yang memesona yakni 1) guru harus memiliki wajah berseri (murah senyum) dan memiliki akhlak yang mulia, 2) penamilan diri (seorang guru harus berpenampilan luwes dan rapih, sehingga siswa merasa nyaman saat diajar), 3) keserasian busana, 4) guru memberian perhatian pada siswa agar siswa merasa nyaman saat belajar, akan tetapi tidak boleh pilih kasih, 5) memahami karakter siswa, tujuannya agar dapat menciptakan suasana dan kondisi belajar yang kondusif), 6) guru harus mampu menjadi inspirasi bagi siswa, 7) guru menguasai materi, 8) guru mampu menjadi teman belajar, 9) gurupandai membuat metafora atau perumpamaan, hal ini menjadi penting agar anak mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru dan 10) guru memiliki sifat humoris sebagai pencair suasana.

Selain memesona seorang guru juga harus memiliki kewibawaan, Dr. Sudarman, M.Pd. menyampaikan bahwasanya untuk menjadi guru berwibawa, mahasiswa atau calon guru harus berlatih, agar nantinya saat terjun kelapangan atau menjadi guru, mahasiswa sudah memiliki kewibawaannya. Adapun agar guru menjadi wibawaDr. Sudarman, M.Pd. menyampaikan mahasiswa perlu menguasai beberapa hal sebagai berikut, 1) terampil berkomunikasi, 2) guru bertutur dengan kata yang santun, artikulatif serta mudahdipahami oleh siswa, 3) menjadi pendengar yang santun, dan 4) tidak mudah menjustifikasi siswa.

Dr. Sudarman, M.Pd. juga memberikan tips kepada mahasiswa, agar nantinya mahasiswa menjadi guru yang disegani, mahasiswa sebagai calon guru harus memperhatikan beberapa hal diantaranya, 1) memiliki akhlak yang baik, 2) bukan kuli mengajar (menjadi guru yang mengajar karena mencare materi semata, melain seorang guru harus diniatkan untuk mendidik serta mencerdaskan anak bangsa, sehingga tidak mempermasalahkan materi), 3) selalu belajar dan memperkaya ilmu pengetahuan, 4) dekat dengan siswa, 5) berperilaku obyektif dan adil atau tidak memandang siswa karena statusnya dan, 6) menjadi guru yang bergairah, cekatan dan sumringah di hadapan siswa.

Kemudian untuk menjadi guru guru yang yang memesona dan berwibawa Chusnulita I.P, S.Pd. selakuteacher Palm Kids Schooldan CEO Intan Learn Park Jogja juga memberikan tips yakni At SGPC (Attitude, Smile, Grooming, Passion and Creative).Attitudeyang harus dimiliki oleh guru agar menjadi guru yang memesona dan berwibawa yaknidenganhospitality(keramah tamahan), danOn time(tepat waktu dimulai dari diri sendiri) dancommunication skill(kemampuan berkomunikasidengan baik).Groomingataumerawat diri, seorang guru harus mampu merawat diri, mulai dari berpakaian, menjaga kebersihan diri dan lain sebagainya. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan saat belajar.Passionatau gairah, memiliki jiwa mengajar atau pendidik yang tinggi, dancreativeatau kreatif, seorang guru paud dituntut agar kreatif supaya mampu mampumenciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengeksplorasi dunia anak. [Musyafa Ali, dkk.]