Silaturahmi dan Ramah Tamah Anggota Senat dengan Rektor Baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2024-2028

Yogyakarta, 16 Agustus 2024 - Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar acara silaturahmi dan ramah tamah dengan Rektor baru UIN Sunan Kalijaga periode 2024-2028. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, pukul 09.00 hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga.

Acara ini dihadiri oleh 92 anggota senat yang dipimpin oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Kamsi, M.A., yang membuka acara secara resmi. Sementara itu, jalannya acara dipandu oleh Prof. Dr. Maragustam, M.A. Kegiatan ini digagas oleh senat UIN Sunan Kalijaga sebagai bentuk sambutan hangat kepada Rektor baru.

Dalam pidatonya, Rektor baru UIN Sunan Kalijaga memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus kepemimpinannya, sesuai dengan amanah Menteri Agama RI. Poin-poin tersebut meliputi:

Peningkatan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam
Rektor menekankan pentingnya peningkatan daya saing UIN Sunan Kalijaga, khususnya dalam hal input mahasiswa dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Ia menyoroti bahwa pendidikan dan pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian perlu dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, serta memastikan hilirisasi hasil riset dan inovasi kepada pengguna. Internasionalisasi melalui program double degree dan joint class dengan perguruan tinggi luar negeri juga menjadi perhatian khusus.

Tata Kelola Perguruan Tinggi Berprinsip Good University Governance (GUC)
Rektor menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip-prinsip GUC, seperti transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, keadilan, penjaminan mutu, relevansi, efektivitas, efisiensi, dan nirlaba. Ia juga mendukung pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM), yang saat ini sedang diupayakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Komitmen terhadap Isu-Isu Nasional
UIN Sunan Kalijaga akan terus berkomitmen untuk terlibat aktif dalam merespons isu-isu nasional yang menjadi perhatian Kementerian Agama, seperti moderasi beragama, toleransi, dialog antar agama, dan Haji. Untuk mendukung ini, Rektor akan mendirikan dua pusat studi baru: Pusat Kajian Perkembangan Pemikiran Islam dan Pusat Kajian Strategis.

Pada sesi tanya jawab, beberapa anggota senat memberikan masukan. Prof. Dr. Khairudin Nasution, M.A. mengusulkan pembangunan lorong beratap yang menghubungkan seluruh gedung di kampus, serta pemasangan eternit pada tritisan gedung untuk memperindah dan memperkokoh bangunan. Prof. Dr. Sumarni, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,menekankan pentingnya percepatan kenaikan pangkat dosen, terutama untuk jabatan kepala dan guru besar, serta pengembangan zona integritas di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Prof. Syafa'atun Almirzanah, Ph.D. menyoroti pentingnya orientasi pendidikan yang fokus pada pengembangan karakter mahasiswa, sementara Prof. Dr. Tulus Mustafa, Lc., M.A.menambahkan pentingnya pembangunan Ma'had Al Jami'ah untuk mendukung pengembangan karakter dan pemahaman keislaman mahasiswa, serta program moderasi beragama.

Acara ini ditutup dengan semangat dan harapan besar terhadap kepemimpinan baru yang akan membawa UIN Sunan Kalijaga menuju masa depan yang lebih gemilang.