Workshop Preparing Preschool Teachers for Managing Emergencies

Pada tanggal 19 Oktober 2024, di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung FTIK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berlangsung workshop bertajuk “Preparing Preschool Teachers for Managing Emergencies” dengan tema "Meningkatkan Kemampuan Identifikasi dan Manajemen Risiko Keselamatan di Sekolah PAUD." Workshop ini bertujuan membekali guru dan calon guru PAUD untuk menghadapi berbagai risiko serta situasi darurat yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta, termasuk perwakilan guru RA Kabupaten Sleman dan mahasiswa PIAUD UIN Sunan Kalijaga angkatan 2023/2024. Dalam sambutannya, Kaprodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Rohinah, S.Pd.I., M.A., menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan guru dalam menghadapi keadaan darurat, dengan menegaskan bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Hal tersebut disambut baik oleh Anindya Rakhma Arvina Bungan Satiti, S.Pd.I., Ketua KKG RA Kabupaten Sleman, yang menyampaikan rasa terima kasih karena dapat berpartisipasi dalam workshop ini. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan MoU antara PIAUD UIN Sunan Kalijaga dan KKG RA Kabupaten Sleman.

Tema workshop ini diangkat karena semakin tingginya potensi risiko keselamatan di lingkungan sekolah, seperti bencana alam, kecelakaan, serta insiden lainnya yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Para peserta diajarkan untuk mengidentifikasi potensi risiko, baik fisik maupun psikologis, yang dapat memengaruhi anak-anak. Selain itu, dibahas pula langkah-langkah pencegahan secara mendalam untuk meminimalkan risiko tersebut. Beberapa narasumber ahli dalam bidang manajemen bencana dan keselamatan anak turut memberikan pemaparan, termasuk bapak Wahadi, SKM., MPH, seorang ahli K3. Dalam materinya, beliau menjelaskan berbagai pendekatan yang dapat dilakukan sekolah untuk memitigasi risiko bencana, serta memberikan simulasi langsung tentang cara evakuasi yang aman dan efektif di lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama pada saat simulasi penanganan darurat. Banyak peserta mengakui bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan yang mereka hadapi di sekolah, khususnya dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak.Fakhrunnisa, M.Psi., dosen pengampu mata kuliah Keselamatan, Kesehatan, dan Nutrisi sekaligus penanggung jawab workshop ini, berharap agar guru-guru PAUD serta mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta mampu mengambil langkah-langkah untuk menjaga keselamatan anak-anak di sekolah.

Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan di masing-masing sekolah. Diharapkan, kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Workshop ini menjadi langkah awal menuju terciptanya lingkungan PAUD yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai keadaan darurat. Harapan besar disematkan agar program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan guna memastikan kesiapan guru PAUD dalam menjaga keselamatan anak-anak di sekolah. (Lilik Sofwatul Mala)