Kuliah Umum: Bagaimana menjadi Pembelajar AUD di Era Revolusi Industri 4.0?

ProgramStudiPendidikan Islam Anak Usia Dini(PIAUD),Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,UIN Sunan Kalijaga Yogyakrta kembali mengadakan kuliah umumuntuk semester gasal Tahun akademik 2019/2020. Temayang diangkat adalahBagaimana menjadi Pembelajar AUD di Era Revolusi Industri 4.0? Kuliah Umum tersebut menghadirkan dua narasumber ahli di bidangPIAUD,yakni Maulidya Ulfa,dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Eliyil Akbar,dosen STAIN Gajah Putih Takengon Aceh. Kegiatan yang diwajibkan untuk mahasiswa PIAUD ini diselenggarakan pada Selasa (17/09) di Convention HallLt. 1 UIN Sunan Kalijaga.

Sebelum kuliah umum berlangsungProgram Studi PIAUDmenawarkan kepada mahasiswa untuk menampilkan bakat dari setiap angkatan. Hal ini disambut dengan antusiasolehmahasiswa,bahkanolehmahasiswa baru angkatan 2019 yang baru memulai perkuliahan di awalSeptember, ikutberkontribusipadaacara ini. Penampilan bakat tersebut, antara lain:menyanyi,Tari Incing Jangget,Cerita/ dongeng,puisi, silat, danTari Manuk Dadali.Kegiatanpra acaraini di pandu oleh 2 mahasiswa dari angkatan 2017,yaitu Adinda Putri Amanah dan Ariq Nurjanah Irbah.

Pada kesempatankuliah umum,pemateri pertama,Ibu Maulidya Ulfa,memberikan stimulus kepada mahasiswa melalui beberapa lagu dan gerakan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat peserta. Tidak hanya itu, beliau juga menyerukan kepada mahasiswa untuk menjadi“Gila“tapi tentu saja gila yang dimaksud dalam tanda kutip yang positif. Mahasiswa di anjurkan untuk tidak malu ketika nantinya harus memperagakan sesuatu yang tidak lazim dipandang dari kaca mata orang dewasa dan tentu saja pendidik AUD harus mampu menjadi seseorang yang ekspresif. Peserta diajak untuk memilih menjadi kerang mutiara atau menjadi kerang rebus dan memberikan pemaparan terkait beberapa tipe mahasiswa. Era revolusi industri 4.0 menitikberatkan pada pergeseran dunia ke arah digital, era ini akan mendisrupsikan aktivitas manusia, termasuk didalamnya bidang ilmu pengetahuan,teknologi serta pendidikan. Era pendidikan yang dipengaruhi era revolusi industri 4.0 merupakan pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Interaksi yang terjalin antara pemateri dengan mahasiswa sangatbaik.Narasumberjuga berpesan kepada mahasiswa,bahwasanya di era revolusi industri 4.0 mahasiswa harus memiliki 4 kompetensi,yaknicritical thinking, creative, comunication,colaboration.

Tidak kalah seru dengan pemateri pertama, pemateri kedua,ibu Eliyil Akbar,juga membuat peserta galau. Mereka dihadapkan dengan 2 pilihan sulit, yakni menjadi angsa (yang tentunya terlihat cantik) atau memilih menjadi telur emas (yang mewah). Setelah peserta memilih barulah pemateri menjelaskan bahwasanya angsa yang tadi disebut merupakan (AP/ Alat Produksi) otak atau pikiran sebagai mesin belajar, tubuh dan raga biasanya mahasiswa yang fokus pada hal ini cenderung pesimis karena berpikiran bahwa yang penting keinginan hati terpenuhi, kebutuhan raganya terwujud. Tidak perlu prestasi asalkan otak dan raga bisasantai.Beliau juga berpesan bahwasanya di era revolusi industri 4.0 pendidik harus pegang kendali. Sebagai pembelajar mengingatkan diri untuk menguasai ICT, jangan lupa etika dan meningkatkan diri pada moral. Harus semangat satu hati satu visi, melek teknologi dan menjadi pembuka pekerjaan.