Merajut Kekuatan Anak dalam Perubahan: Dua Mahasiswa PIAUD Ikuti Konferensi Pendidikan Anak Usia Dini Internasional PECERA di Bali

Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yaitu Naf’a Anindya Putri dan Alfia Hasnatuz Zahra, meraih kesempatan untuk mengikuti The 23rd Conference of Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) yang diadakan di Bali pada tanggal 6 hingga 9 Juli 2023. Mereka mewakili UIN Sunan Kalijaga dengan mengangkat judul penelitian “Sibling Size and Child Development in Middle Income Urban Families: Exploring the Impact of Family Size on Social Emotional, Cognitive, and Academic Outcomes”.

Konferensi ini merupakan sebuah ajang penelitian internasional yang berfokus pada pendidikan anak usia dini. Tema konferensi tahun ini, 'Strengthening Resilience in Children During Time of Change', menekankan pentingnya kekuatan dan ketahanan anak dalam menghadapi perubahan. Para peserta akan menghadirkan berbagai inovasi dan hasil penelitian mereka, yang diharapkan dapat diimplementasikan secara efektif dalam pendidikan anak usia dini.

Konferensi yang berlangsung selama empat hari ini diketuai oleh Prof. Sofia Hartati, yang juga menjabat sebagai Chair of the Indonesia Conference Committee. Ia menyampaikan bahwa konferensi yang diadakan di Bali ini telah menarik sekitar 300 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Amerika Serikat, Jepang, China, Selandia Baru, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, dan Hongkong.

Prof. Sofia juga mencatat bahwa ini adalah kedua kalinya Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah konferensi ini. Ini merupakan sebuah pengakuan atas komitmen dan kontribusi Indonesia dalam bidang pendidikan anak usia dini.

Selain itu, Prof. Sofia Hartati juga mengharapkan bahwa konferensi ini dapat menghasilkan berbagai rumusan penting yang dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan program. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan pada pendidikan anak usia dini, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain yang berpartisipasi.

"Dengan konferensi yang mengusung tema Strengthening Resilience in Children During Time of Change, kami berharap dapat merangkul berbagai inovasi dan hasil penelitian dari akademisi dalam negeri dan internasional. Harapan kami, temuan-temuan ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam pendidikan anak usia dini," jelas Prof. Sofia.

Konferensi ini, yang berakhir pada 9 Juli, diharapkan dapat menjadi platform penting dalam menghadapi tantangan dan perubahan di masa mendatang, serta menginspirasi para peneliti, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan praktek dan strategi pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak usia dini.