Guest Lecturer: Prof. Martha Beck Buka Cakrawala Pendidikan Anak Usia Dini di UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA, 18 Juli 2023 – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hari ini menjadi tuan rumah bagi Prof. Martha Beck, Ph.D., seorang dosen terkemuka dari Lyon College, Amerika Serikat dalam acara Program Visiting Professor. Program ini berlangsung pada Selasa, 18 Juli 2023, mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB di Ruang 106 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Kegiatan tersebut diikuti 150 peserta dosen dan mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini, baik secara luring maupun daring.

Prof. Martha Beck adalah seorang spesialis dalam pendidikan anak usia dini dan diundang oleh Program Sarjana dan Magister Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) untuk memberikan wawasan dan pengalaman berharga dalam bidangnya. Acara ini berfokus pada topik "Unlocking Joy and Well-Being: The Cornerstones of Early Childhood Education Through a Transformative Philosophy Lens".

Prof. Sigit Purnama, Ketua Program Studi PIAUD, dalam sambutannya menekankan bahwa Program Visiting Professor merupakan inisiatif penting untuk memperkaya dan memperluas pengetahuan serta wawasan akademik bagi mahasiswa dan staf pengajar. "Melalui pertukaran ilmu dan pengalaman dengan profesor dari institusi lain, baik lokal maupun internasional, program ini membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memperluas jaringan kerja sama antar lembaga pendidikan tinggi," jelas Prof. Sigit.

Prof. Sigit juga menambahkan bahwa melalui topik yang dibawakan Prof. Beck, Program Studi PIAUD berharap dapat memperdalam pemahaman mahasiswa dan staf pengajar tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang penuh dengan kegembiraan dan kesejahteraan. "Melalui perspektif filosofi yang transformatif, kita diharapkan mampu merumuskan strategi dan metode pendidikan yang responsif dan dapat mengoptimalkan potensi anak," tambah Prof. Sigit.

Prof. Martha Beck dalam paparannya menyampaikan tentang Model Aristoteles tentang Kehidupan Manusia yang Berkembang. Dia menjelaskan bahwa tujuan hidup menurut pandangan Aristoteles adalah untuk meraih cinta kebijaksanaan, keadilan, keindahan, kebenaran, dan kebajikan. Dalam konteks pendidikan, ini berarti mengajar anak-anak untuk mencintai aspek-aspek tersebut sehingga mereka tumbuh dewasa dengan membuat pilihan yang mendorong perkembangan mereka.

Dalam pendidikan, peran orang tua dan figur otoritas lainnya sangat penting dalam menunjukkan pengendalian diri dan menjadi contoh bagi anak-anak. "Dorongan biologis dasar kita, jika dipandu dengan baik, dapat membentuk budaya yang positif, yang melibatkan hubungan kompleks yang perlu diintegrasikan," kata Prof. Beck.

Prof. Beck juga menekankan pentingnya kebajikan yang alami dalam proses perkembangan anak. "Kebajikan, jika ditanamkan secara alami, dapat membantu anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal," tuturnya. Dengan demikian, melalui pendekatan ini, pendidikan dapat membantu membentuk individu yang seimbang dan harmonis, yang siap berkontribusi pada masyarakat.