Pembelajaran Online Kecerdasan Emosional dan Dampaknya pada Kesehatan Mental Mahasiswa: Investigasi Kuasi-Eksperimental

Penelitian ini memiliki dua tujuan: pertama, untuk membandingkan efektivitas intervensi kecerdasan emosional melalui pembelajaran online versus metode pembelajaran tatap muka (tradisional) di kalangan mahasiswa sarjana di universitas lokal di Malaysia. Kedua, menilai dampak pembelajaran kecerdasan emosional terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Ini adalah eksperimen kuasi faktorial 2 x 3 (pembelajaran online) menggunakan pra-tes kelompok kontrol yang setara (pembelajaran tatap muka). Kedua kelompok eksperimen dan kontrol terdiri dari 40 siswa, masing-masing. Studi diatur di ruang kelas dan beberapa laboratorium komputer di fasilitas e-learning universitas yang ditunjuk. Hasil analisis pengukuran ulangan campuran ANOVA menunjukkan bahwa kelompok belajar online tidak menunjukkan perbedaan dengan kelompok belajar tatap muka dalam pembelajaran kecerdasan emosional. Meskipun demikian, penelitian ini secara signifikan berdampak pada pertumbuhan keterampilan kecerdasan emosional pada kesehatan mental siswa di antara kelompok belajar online. Selain itu, ada peningkatan pada siswa dengan depresi selama tujuh minggu pre-post-test. Kami mengusulkan pembelajaran online menjadi seefektif pembelajaran tatap muka dalam mengajarkan kecerdasan emosional berdasarkan temuan ini. Kami selanjutnya berpendapat bahwa pembelajaran online lebih mudah diakses dan bermakna bagi kecerdasan emosional mahasiswa sarjana. Studi ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional adalah keterampilan penting bagi siswa untuk menjaga kesehatan mental yang optimal selama studi mereka. Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan media pembelajaran online yang layak dan hemat biaya yang dapat diakses oleh siswa dari semua latar belakang.

Baca lebih lanjut melalui link berikut: PDF