Mahasiswa PIAUD Kenalkan Permainan Tradisional kepada Anak-Anak di Bangsal Magangan Yogyakarta

Mahasiswa PIAUD Kenalkan Permainan Tradisional kepada Anak-Anak di Bangsal Magangan Yogyakarta

Yogyakarta, 25 Mei 2026| Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak di Bangsal Magangan, kawasan Kraton, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan luaran PKM mata kuliahBermain dan Permainandengan dosen pengampuEko Suhendro, M.Pd.

Kegiatan yang berlangsung setelah salat Ashar hingga pukul 17.00 WIB ini diikuti oleh anak-anak usia sekitar 4 sampai 7 tahun. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya lokal yang memiliki nilai edukatif bagi perkembangan anak usia dini.

Permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki fungsi pedagogis yang penting. Melalui aktivitas bermain, anak-anak belajar mengikuti aturan, bekerja sama, menunggu giliran, menyelesaikan masalah sederhana, serta membangun interaksi sosial dengan teman sebaya. Karena itu, permainan tradisional dapat menjadi media pembelajaran yang selaras dengan karakteristik anak usia dini yang aktif, eksploratif, dan senang belajar melalui pengalaman langsung.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi anak-anak selama permainan berlangsung. Mereka menjelaskan aturan permainan, memberi contoh, memandu jalannya kegiatan, serta menciptakan suasana bermain yang aman, menyenangkan, dan suportif.

Beberapa permainan tradisional yang dikenalkan dan dimainkan bersama anak-anak meliputi:

  1. Ular Naga

  2. Touch Body

  3. Engklek

  4. Jamuran

  5. Ancak-Ancak Alis

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi permainan. Mereka aktif bergerak, saling menyemangati, dan menunjukkan kegembiraan ketika bermain bersama. Beberapa anak juga tampak sudah mengenal permainan tertentu, seperti ular naga dan engklek, sehingga kegiatan ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali pengalaman bermain tradisional yang mulai jarang dijumpai dalam keseharian anak.

Antusiasme anak-anak terlihat dari keinginan mereka untuk mengulang beberapa permainan. Hal ini menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik kuat bagi anak usia dini apabila disajikan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia mereka.

Selain menumbuhkan kegembiraan, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pengembangan aspek sosial, emosional, motorik, dan kognitif anak. Interaksi fisik dan sosial dalam permainan membantu anak belajar berkomunikasi, membangun keberanian, menghargai teman, serta memahami nilai kebersamaan.

Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan camilan sederhana kepada anak-anak pada akhir kegiatan. Momen ini menjadi penutup yang hangat sekaligus memperkuat suasana kebersamaan antara mahasiswa sebagai fasilitator dan anak-anak sebagai peserta kegiatan.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran mata kuliahBermain dan Permainanyang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik langsung di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam merancang, memfasilitasi, dan mengevaluasi aktivitas bermain yang bermakna bagi anak usia dini.

Luaran Kegiatan

Kegiatan ini menjadi luaran PKM mata kuliahBermain dan Permainanyang diampu olehEko Suhendro, M.Pd.Luaran tersebut diwujudkan dalam bentuk praktik pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pengenalan permainan tradisional sebagai media stimulasi perkembangan anak usia dini dan pelestarian budaya lokal.

Tim Pelaksana

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, yaitu:

No. Nama Mahasiswa NIM
1 Dewi Hayyu Sukmawati 24104030001
2 Syifa Faizah Al-Ghifari 24104030002
3 Yasmin Aulia Rahmi 24104030006
4 Dini Dwi Handayani 24104030022
5 Ulya Farida Hutami 24104030059
6 Baby Oktaria 24104030090