Kombinasi pembelajaran imajinatif dan multimedia efektif tingkatkan perkembangan bahasa dan sosial emosional anak
Seri hasil penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan perkembangan sosial-emosional dan bahasa melalui Kombinasi Metode Pengajaran Imajinatif dan Pembelajaran Multimedia yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini didasari oleh dampak pandemi COVID-19 sehingga membatasi aktivitas pembelajaran dan hubungan sosial anak dengan teman sebaya yang dapat berdampak pada aspek sosial-emosional dan bahasa anak. Dampak tersebut dapat diatasi guru dengan memberikan stimulus yang tepat kepada anak melalui strategi pembelajaran yaitu dengan kombinasi metode pengajaran imajinatif dan pembelajaran multimedia. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif yang menerapkan metode pre-experimental design. Model yang diterapkan melalui penelitian ini berupa one group pretest posttest yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan sosial emosional anak sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa kombinasi metode pengajaran imajinatif dan pembelajaran multimedia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dimana subyek penelitian adalah anak usia dini dengan usia 5-6 tahun. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan formula product moment pada taraf signifikansi 5% yang menunjukkan semua instrumen dinyatakan valid. Selanjutnya berdasarkan hasil pengujian reliabilitas, diperoleh nilai sebesar 0.893 untuk perkembangan sosial-emosional dan 0.821 untuk perkembangan bahasa yang artinya instrumen memiliki kehandalan tinggi. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov test menunjukkan nilai 0.347 untuk perkembangan sosial-emosional dan 0.527 untuk perkembangan bahasa hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena memiliki nilai di atas 0.05. Hasil pengujian t menunjukkan seluruh nilai t hitung > t-table dan seluruh nilai sig sebesar 0.000<0.05 sehingga kombinasi metode pembelajaran imajinatif dan multimedia learning efektif meningkatkan aspek bahasa dan sosial emosional. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman bagi guru maupun lembaga sekolah untuk lebih memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam optimalisasi perkembangan anak.