Apakah Gaya Pengasuhan dan Keyakinan Agama Penting untuk Masalah Perilaku Anak? Peran Mediasi Literasi Digital

Masalah perilaku pada anak telah menarik perhatian para sarjana baik di negara maju maupun berkembang dalam lima tahun terakhir. Pola asuh berperan penting sebagai penyebab dan solusi perilaku negatif anak. Dalam konteks Indonesia, banyak orang yang menganggap pola asuh itu tidak penting, dan seringkali berujung pada perilaku negatif anak. Masalah perilaku pada anak seringkali disebabkan oleh pola asuh. Pentingnya pemahaman pola asuh ini dapat memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa anak berhak atas pengasuhan orang tua. Namun penerapan pola asuh menjadi tantangan utama yang dihadapi orang tua.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku negatif anak. Sebanyak 414 orang tua dengan latar belakang agama yang berbeda berpartisipasi dalam survei online. Penelitian ini mengadopsi kuesioner online melalui google form yang disebarkan melalui email dan WhatApps untuk mengumpulkan data. Data survei melibatkan orang tua yang mengasuh anak pada usia 2-7 tahun. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) menggunakan software Smart-PLS 3.

Temuan menunjukkan bahwa keyakinan agama dapat mempengaruhi gaya pengasuhan otoriter dan secara negatif mempengaruhi literasi digital. Penelitian ini memiliki enam hipotesis, empat di antaranya diterima, dan sisanya ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan agama tidak berpengaruh terhadap perilaku negatif anak tetapi mempengaruhi pola asuh orang tua dan intensitas penggunaan gadget pada anak. Selain itu, pola asuh memiliki hubungan negatif dengan literasi digital, sedangkan pola asuh juga berpengaruh positif terhadap perilaku negatif anak. Kemudian, literasi digital tidak mempengaruhi perilaku negatif anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, masih ditemukan bahwa orang tua memiliki pemikiran konservatif karena terikat oleh keyakinan agama yang masih menganggap bahwa perubahan adalah fenomena hidup yang dilarang dalam hidup, sehingga hal ini dapat mengakibatkan dunia yang kurang terbuka bagi orang tua. dan perilaku anak. Namun, keyakinan agama gagal menjelaskan perilaku negatif anak. Penelitian ini juga mencatat peran pola asuh dalam mendorong literasi digital anak dan perilaku anak. Sedangkan literasi digital tidak mempengaruhi perilaku negatif anak. Penelitian ini memberikan penajaman penelitian sebelumnya yang bertemakan keyakinan agama dan pola asuh, serta memberikan kontribusi ilmu pengetahuan terkait literasi dan perilaku digital pada anak.

Baca lebih lanjut melalui link berikut:https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e09788